Selamat datang di rumah digital paroki
“Selamat datang di rumah digital Paroki Kristus Raja Serang. Semoga ruang ini membantu umat menemukan informasi, bertumbuh dalam iman, dan semakin terlibat dalam kehidupan menggereja.”
Mengenal para pelayan, struktur, dan perjalanan iman Gereja Katolik Kristus Raja Serang.
Paroki Kristus Raja Serang hadir sebagai tempat umat berdoa, bertumbuh, dan melayani bersama.
Para gembala yang mendampingi kehidupan iman, pelayanan sakramen, dan karya pastoral umat Paroki Kristus Raja Serang.
“Selamat datang di rumah digital Paroki Kristus Raja Serang. Semoga ruang ini membantu umat menemukan informasi, bertumbuh dalam iman, dan semakin terlibat dalam kehidupan menggereja.”
Jelajahi struktur Dewan Pastoral Paroki dan Dewan Keuangan Paroki. Gunakan kontrol untuk memperbesar, memperkecil, atau menggeser bagan.
Gunakan tombol +/− untuk zoom. Seret area kosong untuk menjelajah; roda mouse tetap menggulir halaman.
Susunan selain Pastor Paroki masih berupa placeholder dan dapat diperbarui melalui Sveltia CMS.
1642 hingga hari ini
Dari persinggahan para misionaris di kota pelabuhan hingga hadirnya paroki yang terus melayani.
1642
Lima pater Yesuit singgah di Banten sambil menunggu pelayaran menuju Maluku. Mereka menetap sekitar satu tahun - sebuah perjumpaan awal yang menandai hadirnya pelayanan Katolik di tanah Banten.
1672
Mgr. Pallu, MEP tinggal di Banten hampir setengah tahun. Pada masa Sultan Ageng Tirtayasa, umat Katolik datang dari Eropa, India, Cina, Maluku, dan Filipina; para imam, bruder, suster, serta tenaga misi silih berganti melayani mereka.
Akhir 1600-an
Ketika kekuasaan VOC menguat, orang asing non-Belanda diusir dan kehidupan Katolik mengalami tekanan. Komunitas yang pernah bertumbuh perlahan menghilang, menunggu datangnya ruang kebebasan beragama pada masa berikutnya.
1808
Kebijakan kebebasan beragama pada masa Gubernur Jenderal Daendels membuka babak baru. Komunitas masih kecil - terutama tentara, pegawai, dan pekerja perkebunan - serta dilayani langsung dari Batavia tanpa pastor yang menetap.
1931
Pater Heitkonig, OFM datang secara tetap dari Rangkasbitung. Ia membeli rumah dekat alun-alun barat serta kebun yang kini dikenal sebagai kompleks Mardi Yuana. Bersama para misionaris lain, dirintislah Sekolah Misi Katolik yang kemudian dipercayakan kepada para suster FMM.
1931-1939
Anak-anak dari keluarga Belanda, Maluku, dan Jawa mulai menerima baptisan di Serang. Sebanyak 31 jiwa tercatat dalam buku pembaptisan Batavia karena Serang pada saat itu masih berada di bawah Prefektur Batavia.
1942-1945
Masuknya Jepang melalui Merak menghentikan karya yang baru bertumbuh. Para suster dan pastor meninggalkan Serang atau menjadi tawanan, sementara umat tercerai-berai. Komunitas kecil itu bertahan melewati masa yang tidak menentu.
1949
Pater Koesnen, OFM datang pada Oktober 1949 dan memperjuangkan kembali rumah pastor yang pernah dirampas pada masa perang. Bersama para suster FMM, pelayanan dan pendidikan Katolik di Serang mulai disusun kembali.
4 Oktober 1950
Tanggal ini menjadi awal pencatatan resmi Buku Paroki Kristus Raja, Serang. Dari lembar-lembar inilah pertumbuhan umat, pelayanan sakramen, dan kehidupan komunitas mulai terdokumentasi sebagai satu perjalanan paroki.
15 Agustus 1955
Rumah dan tanah seluas 5.080 meter persegi di Jalan Abdullah No. 2 dibeli dan dibenahi; sebagian menjadi kapel berkapasitas 70 orang. Setelah diberkati, seluruh pelayanan dipindahkan ke tempat ini. Hari tersebut dikenang sebagai kelahiran Gereja di Serang - mula-mula bernama Kristus Salvator, kemudian Kristus Raja.
1976-1977
Pertumbuhan umat menuntut ruang yang lebih besar. Bangunan gereja diperluas dari 6 × 10 meter menjadi 20 × 10 meter, disertai penataan kembali sebagian kamar pastoran. Hasil perluasan diberkati pada 17 Mei 1977.
1983-1986
Peletakan batu pertama dilakukan pada 15 Oktober 1983. Dewan Paroki, panitia pembangunan, para pastor, donatur, dan seluruh umat bergotong royong mengumpulkan dana serta material. Gereja baru akhirnya diberkati oleh Mgr. Ignatius Harsono, Pr. pada 6 Juli 1986.
1992-1995
Pada 19 Juli 1992, Rm. M. Suharsono, Pr. bersama tim mulai memugar pastoran lama dan membangun gedung baru yang lebih representatif. Pastoran tersebut diresmikan oleh Mgr. Michael Cosmas Angkur, OFM pada 12 Februari 1995.
1997
Pada akhir Desember 1997, umat berjumlah 3.678 orang dan tersebar dalam lima wilayah dengan 14 lingkungan: Serang, Cilegon, Anyer, Merak, serta Kragilan-Cikande. Jarak yang berjauhan tidak memadamkan semangat untuk bersekutu dan melayani.
1997-2026
Paroki Kristus Raja Serang terus hadir sebagai rumah doa, persekutuan, dan pelayanan bagi umat serta masyarakat sekitar. Bagian ini disiapkan untuk melengkapi tonggak pastoral, pembangunan, dan pertumbuhan komunitas sejak 1997 hingga 2026.

Sekretariat dan Gereja Katolik Kristus Raja Serang berada di pusat Kota Serang.